Indahnya Hidup Melayani Tuhan
Filipi 2 :25-30
Filipi adalah suatu nama kota yang memiliki posisi strategis. Selain itu pada tahun 42 SM, kota Filipi pernah dijadikan basis militer tentara Romawi. Nama lain dari kota Filipi adalah Crenides, artinya tempat atau sumber mata air yang memancar.
Rasul Paulus sangat memperhatikan jemaat dikota Filipi, yang dirintisnya berdasarkan penglihatan yang diperolehnya dari Tuhan ketika berada di Troas (Kis 16 :8-12). Kondisi jemaat Filipi sangat membanggakan Rasul Paulus karena sekalipun mereka bukan jemaat yang kaya (4:10), tetapi mereka memiliki perhatian terhadap pekerjaan Tuhan dan hamba-hamba Tuhan yang melayani.
Jemaat Filipi memiliki kepedulian terhadap nasib rasul Paulus sebagai gembala mereka yang dipenjarakan karena Injil Kristus (2:25).
Isi surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi berintikan pesanan supaya mereka tetap melayani Tuhan karena ada beberapa alasan yang menyimpulkan bahwa melayani Tuhan itu indah sekali. Alasan itu antara lain :
1. Allah mengasihi orang yang melayaniNya (ayat 27).
Sekalipun Epafroditus menurut ukuran manusisa mungkin dianggap gagal melaksanakan misinya, tetapi Allah menghargai dan mengasihinya karena mau mempertaruhkan hidupnya untuk melayani Tuhan. Belas kasihan Allah juga mengandung arti kepedulian Allah, dan kepedulian Allah bukan hanya menyangkut kebutuhan jasmani tetapi juga kebutuhan jasmani (Mat 6:31), dan juga kebutuhan akan penghiburan dan kekuatan (Yoh 11:17-44, Maz 23 :4).
2. Ada sukacita bagi orang yang melayani (ayat 28).
Situasi seharusnya tidak mempengaruhi kita untuk melayani Tuhan. Rasul Paulus ketika menulis surat Filipi yang banyak memuat kata”sukacita”, sedang berada dalam penjara. Tetapi penjara tidak dapat membelenggu rasa sukacita yang diberikan Tuhan kepadanya, karena rasul Paulus sedang menantikan mahkota yang akan diberikan Tuhan kepada orang yang memenangkan pertandingan iman dan yang setia melayani sampai mati (I Kor9:24-28)
3. Orang yang melayani Tuhan akan mendapat kehormatan (ayat 29).
Sebagai contoh : perempuan Samari (Yoh 4:1-42), karena itu layanilah Tuhan. Kalau mungkin kita pernah meninggalkan pelayanan, dan juga Tuhan kembalilah segera dan layanilah Dia.
Bulletin XXIX (2001/2002)
